Darah tinggi, Kapan minum obat

| November 30, 2012 | 0 Comments

 

Pak ruk,62 tahun,terserang stroke suatu pagi.Memang sudah lebih 20 tahun mengidap darah tinggi.Merasa heran,padahal tertib dan reguler minum obat darah tinggi,kok masih kena stroke juga.Apa yang salah?

Lacak punya lacak,saat stroke menyerang,tensi darah pak ruk Cuma 100/75.Padahal tekanan tertinggi bisa sampai 170/110.Buat pak ruk,100/75 sungguh kelewat rendah.Dokter itu menduga sebab stroke menimpa pak ruk.

Kelewat tinggi tekanan darah berpotensi bikin stroke.Yang sama bila kelewat rendah.Maka perlu arif mengendalikan tekanan darah.Bukan berarti makin rendah makin bagus.Risiko meningkat bila pada orang yang sudah terbiasa darah tinggi,tekanan darah yang anjlok di bawah normal.Pak ruk salah satu korbannya.

Berapa normalnya?

Paling ideal kalau tekanan darah bisa dipelihara 120/80.Dan untuk bisa tiba sampai kesitu,belum tentu memerlukan obat.Seberapa bisa diselesaikan tanpa obat.Mengapa?karena betapa ringanpun,obat antihipertensi punya efek samping yang tidak mengenakkan.

Mengendalikan darah tanpa obat,bisa dilakukan dengan cara :

1. Menurunkan berat badan sampai batas idealMenghitung bert badan ideal dipakai formula body mass indek (BMI),yakni berat badan dalam kg dibagi pangkat dua tinggi badan dalam meter.Indeks idealnya diantara 20-25.Sebaiknya tak lebih dari 25.

2. Membatasi asupan garam dapur.Kalau bisa menukar garam dapur dengan garam rendah sodium yang dijual bebas di took swalayan.

3. Latihan fisik (exercises).Paling ideal membuahkan hasil dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh.Berjalan secepat kita bisa,idealnya dengan laju 6 km/jam,menempuh waktu 45-50 menit/hari,6 kali seminggu,dan satu hari jeda untuk pemulihan.

Darah tinggi, Kapan minum obat

Darah tinggi, Kapan minum obat

Apabial paling kurang dua minggu dengan tiga cara diatas,tensi masih tidak turun,mulai dipertimbangkan memakai obat.Berapa tensi normal?Seberapa bisa yang mendekati yang ideal 120/80.Namun menurut WHO sampai dengan 140/90 tergolong normal atas yang belum tentu perlu diintervensi obat.

Tensi 140/90 memang tidak boleh dibiarkan.Upayakan dengan atau tanpa obat,bisa mendekati nilai ideal 120/80.Karena efek buruk hipertensi tidak langsung,melainkan bila sudah berlangsung lama,nyaris tanpa keluhan berarti.Episode serangan stroke,merupakan efek kumulatif akibat sistim jantung dan pembuluh darah memikul beban meningginya tekanan darah puluhan tahun lamanya.

Tidak semua obat darh tinggi sama

Kita tahu ada beberapa jenis golongan obat darah tinggi.Pasien darah tinngi dengan penyakit jantung berbeda pilihan golongannya dengan yang darah tinggi dengan kencing manis.Begitu juga yang ada penyakit lainnya,selain mempertimbangkan jenis darah tingginya sendiri.

Ada jenis darah tinggi esensial,yang sudah sejak awalnya memang mewarisi darah tinggi.Biasanya sudah di idap sejak muda.Ada juga darah tinggi jenis yang baru muncul kemudian,mungkin ada penyakit yang mendasarinya.Gangguan ginjal,selain bila ada gangguan gondok,atau gangguan kelenjar anak ginjal,atau akibat kehamilan,tekanan darah bisa meninggi juga.

Pada kasus darah tinggi bukan dari sononya,tentu harus meniadakan penyakit dibelakang darh tingginya belaka.Orang dengan kelenjar gondok yang kelewat aktif selain diberikan obat antihipertensi untuk meredam darah tingginya,juga perlu diberikam peredam gondoknya agar darahnya tidak terus meninggi.Begitu juga bila ada gangguan ginjal atau anak ginjal.

Dosis serendah mungkin hasil optimal

Semua golongan obat darah tinggi tidak enak efek sampingnya,seberapa bisa dosisnya diberikan serendah mungkin yang memberikan efek menurunkan darah seoptimal mungkin.Makian kecil dosis makin ideal pemberian obat darh tinggi.

Maka obat tidak dapat seragam pada setiap kasus darah tinggi.Untuk hal demikian kita perlu mengenal “dosis tukang jahit”,tiap orang memiliki kecocokan obat masing-masing.Untuk mendapatkan dosis seminimal mungkin untuk sebuah kasus,bahkan dokterpun tidak bisa pukul rata dosisnya.Pasien sendiri yang membantu dokter melakukan takaran obatnya.

Lakukan pengukuran tekanan darah sendiri setiap pagi begitu bangun tidur sebelum melakukan aktifitas apapun.Pengukuran ini yang paling murni menggambarkan tekanan darah yang paling tepat,bukan sesudah aktifitas,siang atau sore hari.

Tekanan darah sendiri berfluktuasi harian,bahkan juga dari jam ke jam.Maka memberikan dosis yang sama setiap hari belum tentu tepat,dan member manfaat.Adakala tekanan darah tidak melonjak,dan pada saat itu obat mungkin tidak di perlukan.

Maka perlu kerja sama dokter dengan pasien.Namaun demi praktisnya dokter memberikan obat dengan dosis yang sama untuk kurun waktu sebulan misalnya.Dan ini sesungguhnya tidak ideal.Ada hari obat mungkin tidak diperlukan.

Kasus darah tinggi,khususnya yang jenis esensisl atau turunan,umumnya bergantung pada obat sepanjang hayat.Tidak demikian kasus darah tinggi yang didapat,yang apabial penyakit dibelakangnya sudah diredam,darh tinggi akan normal sendirinya.Sedang pemakaian obat seumur hidup perlu lebih bijak.

Dianjurkan pasien darah tinggi menahun wajib memiliki pengukur tensi darh sendiri.Dengan rutin regular memonitor tekanan darh setiap bangun tidur pagi,niscaya darah tinggi berhasil terkendali.

Obat generasi lawas

Pemilihan obat darah tinggi,awalnya dipilih dari golongan generasi lawas dulu.Umumnya dimulai dengan penuras kencing HCT.Bila hanya obat tunggal itu dalam sebulan tidak membuahkan hasil optimal,baru dikombinasi dengan obat antihipertensi generasi lawas (ACE-inhibitor).Pada kasus darh tinggi dengan penyakit ikutan lain,perlu bantuan dokter memilihkan golongan obat darh tingginya.

Dosis obat dimulai sekecil mungkin.Masing-masing kasus mengukur sendiri,atas bantuan dokter,kapan obat perlu diminum,kapan dosis mungkin bisa diturunkan,kapan hari tak perlu minum obat.

Kalau dengan tiga cara menurunkan darah tinggi tanpa obat tidak membuahkan hasil,bukan berarti cara itu tidak ada gunanya.Dengan menurunkan berat badan,berjalan tergopoh-gopoh,dan diet rendah garam dapur,upaya penurunan tensi darah pasti terbantu.Mungkin berkat tambahan cara itu dosis obat tidak perlu lagi terus tinggi.Efek jelek obat antihipertensi umumnya bikin kaum pria tidak gagah lagi didepan istri.Siapa berani?.

Visit : www.smartdetoxsynergy.com

Sumber : Cara sehat oleh Dr.Handrawan Nadesul

Baca artikel menarik lainnya : Bahaya Duduk Terlalu Lama

 

Incoming search terms:

Tags: , , , ,

Category: Kapan minum obat

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *