“Lumpuh” Gara-gara Pantang Garam

| November 18, 2012 | 0 Comments

 

 

Suatu pagi, si bapak bangun tidur mendadak terserang kelemahan pada kedua tungkainya. Bahkan untuk bangkit berdiri pun tidak berdaya. Orang rumah panik, mengira itu serangan stroke. Penderita darah tinggi bukanlah komplikasi stroke. Lalu diangkat ke rumah sakit.

Dokter memeriksa dan kesimpulan diaknosisnya, setelah kadar mineral natrium (sodium) dalam darah diperiksa, ternyata kekurangan natrium atau hyponatremia. Itu menyebabkan kedua tungkai si bapak seperti mengalami kelumpuhan.

Setelah diberikan infus garam, Keadaan langsung pulih. Lega, karena bukan serangan stroke. Setelah kadar natrium darah pulih normal, pasien langsung bisa berjalan seperti sedia kala. Tapi mengapa bisa begitu?

Pantang garam bukan tidak mengkonsumsi garam

Orang memang berbeda-beda. Ada yang kuat niat untuk sembuh, sehingga amat taat dalam berpantang demi penyakit yang diidapnya. Bapak diatas,tergolong orang yang amat ketat dan patuh berpantang.Selama bertahun-tahun ia sama sekali tidak makan garam.

“Lumpuh” Gara-gara Pantang Garam

“Lumpuh” Gara-gara Pantang Garam

Semua menu yang dibuat sama sekali tawar, beranggapan natrium garam juga sudah terkandung dalam sayur mayor, buah dan semua yang dikonsumsi. Dan itu benar. Namun tentu tidak mencukupi. Dan karena tidak mencukupi kebutuhan natrium tubuh, lama-lama natrium darah terus menyusut, dan akhirnya sampai pada batas menganggu kerja otot. Otot tidak dapat berfungsi normal, seolah-olah kehilangan tenaga.

Pada kasus darah tinggi memang garam yang harus dianggap musuh nomor satu, Bukan daging sebagai mana sering kita dengar. “Kalau darah tinggi jangan makan daging, nanti darahnya naik!” dan itu sepenuhnya benar.

Bukan daging dan semua menu berlemak tinggi yang berpengaruh buruk terhadap darah tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Jika kebanyakan lemak jenuh, pembuluh darah benar akan menjadi sakit. Dindingnya menebal oleh “karat lemak”. Sementara itu, oleh hadirnya darah tinggi, dinding pembuluh darah akan semakin kaku dan keras juga. Berpadu dengan adanya “karat lemak”, maka bakal terjadi petaka sumbatan pembuluh darah, awal serangan jantung koroner atau stroke. Maka lemak jenuh memang harus dibatasi.

Sedangkan garam, begitu dikonsumsi, apalahi kalau berlebih dari kebutuhan , seketika akan langsung menaikkan tekanan darah. Efeknya segera. Itu maka yang harus dijauhi pengidap darah tinggi sebetulnya garam jika tidak ingin tensi darahnya melonjak.

Namun pengertian pantang garam, bukan berarti sama sekali tidak mengkonsumsi garam seperti yang dilakukan bapak diatas, melainkan membatasi asupan garam. Mengapa? Oleh karenanya, tubuh tetap membutuhkan garam (sodium). Selain untuk keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, sodium juga untuk kerja otot.

Namun, kultur orang sekarang cenderung mengkonsumsi garam berlebihan. Itu pula sebab, semakin banyak orang kena darah tinggi, bukan karena bakat atau warisan orang tua.

Konsumsi garam secukupnya

Jadi garam tetap di konsumsi. Namun tidak berlebihan. Sudah sensasi asin di lidah saja, barang kali sudah melebihi kebutuhan tubuh. Apalagi kalau sejak kecil lidahnya sudah dibiasakan dengan asin. Cukup sebelum sensasi resa asin terkecap di lidah, pada kadar garam itu kecukupan garam sudah terpenuhi. Maka penambahan garam dapur, pada keluarga yang memiliki anggota keluarga yang darah tinggi diimbuhi secukupnya saja.

Biasanya pada keluarga darah tinggi, menu tidak ditambahkan garam sewaktu mengolahnya. Garam baru ditambahkan di meja makan sesuai dengan kebutuhan. Anggota keluarga yang darah tinggi menambahkan garam secukupnya, sekedar rasa asin. Yang lain mungkin boleh sedikit lebih asin

Sudah barang tentu jauhkan ikan asin, kecap (sekalipun kecap manis, karena pemakaian garamnya sangat banyak), keju, asinan, jajanan, kerupuk, dan semua yang serba asin. Bijaknya pengidap darah tinggi sebaiknya lebih banyak mengkonsumsi menu di meja makan rumah. Menu di luar rumah, cenderung lebih asin. Belum dihitung berapa banyak sodium yang berasal dari penyedapnya.

Visit : www.smartdetoxsynergy.com

Sumber : Cara sehat oleh Dr.Handrawan Nadesul

Baca artikel menarik lainnya : Serangan Diabetes Mellitus Yang Semakin Menggila

 

Tags: , , , ,

Category: “Lumpuh” Gara-gara Pantang Garam

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *