Mekanisme Pernafasan

| December 16, 2012 | 0 Comments


Bagaimana caranya agar udara dapat masuk ke paru-paru? Paru-paru tidak mempunyai jalan untuk menarik udara melalui hidung. Tetapi udara dapat dibawa masuk ke dalam paru-paru melalui kegiatan otot tertentu. Otot-otot ini menambah ukuran dada setiap seorang bernafas. Sementara ukuran dada seseorang bertambah, paru-paru bertambah luas, dan udara akan segera mengisi ruangan yang telah tersedia. Dengan demikian otot menjadi rileks, dada kembali kepada ukuran semula, dan udara dipaksakan untuk keluar melalui jalan masuknya.

Otot yang menambah ukuran dada (otot pernafasan) adalah diafragma, otot yang terletak diantara tulang iga dan otot tertentu di leher. Otot-otot inilah yang digunakan pada saat memasukkan udara kedalam paru-paru. Diafragma adalah otot yang berbentuk kubah (dome) terletak pada tingkatan bawah dari tulang iga, yang memisahkan dada dari abdomen (perut). Jantung dan paru-paru terletak di atas diafragma, sedangkan hati, perut, ddan limfa kecil dan organ abdomen lainnya terletak dibawah diafragma. Bila diafragma berkontraksi, ia akan menarik ke bawah menentang organ yang ada di abdomen. Ini akan menyebabkan paru-paru menjadi lebih luas. Otot antara tulang iga juga akan berkontraksi pada saat yang sama dengan kontraksinya diafragma, sebab itu menolong untuk lebih memperluas paru-paru

Mekanisme Pernafasan

Mekanisme Pernafasan

Otot berada di dinding abdomen bila berkontraksi akan menghasilkan akibat yang berlawanan dari apa yang dilakukan oleh diafragma dan otot diantara tulang iga. Bila otot di dinding abdomen berkon-traksi, organ-organ abdomen dan diafragma akan merapat ke atas. Ini akan menyebabkan udara terdorong ke atas untuk meninggalkan paru-paru dengan cepat. Bilamana hal ini tidak terjadi akan mengakibatkan timbulnya suatu tekanan di dalam dada. Sama seperti seluruh otot dalam tubuh manusia., aksi dari otot pernafasan di control oleh urat saraf. Sebagaimana anda ketahui, anda dapat bernafas lebih cepat, lebih dalam atau menahan napas untuk sementara. Hal ini disebabkan oleh saraf pengontrol sadar yang anda miliki dan otot yang berhubungan dengan pernafasan.

Akan tetapi umumnya proses pernafasan dikontrol secara otomatis oleh saraf pusat yamng berada di sebelah bawah otak. Saraf pusat ini mengirimkan getaran saraf ke otot-otot pernafasan hingga meraka dapat berkontraksi dan mengendor-kan secara bergantian. Pusat saraf tersebut bahkan dapat mengontrol seberapa cepat den seberapa dalam anda bernafas. Ketika anda berolahraga, saraf pusat pernafasan mengirimkan getaran-nya dengan irama yang lebih cepat dari pada saat anda beristirahat.

Proses masuk dan keluarnya udara pernafasan

Proses pertukaran gas dari atmosfer ke paru-paru dan sebaliknya terjadi karena adanya pergerakan tulang-tulang rusuk dan otot diafragma yang diatur oleh pusat pernafasan yang terdapat di otak. Pada mulanya, otot –otot antar tulang rusuk meregang (kontraksi) sehingga menarik tulang rusuk ke atas pada saat bersamaan otot diafragma menjadi datar. Akibatnya, rongga dada membesar, paru-paru mengembang, tekanan dalam kantung-kantung paru-paru turun menjadi lebih rendah dari pada tekanan udara atmosfer sehingga udara mengalir masuk ke paru-paru. Peristiwa masuknya udara pernafasan ke paru-paru disebut inspirasi. Setelah inspirasi, otot-otot antar tulang rusuk mengendor (relaksasi) sehingga tulang rusuk kembali pada posisi semula dan pada saat yang bersamaan otot diafragma juga mengendor sehingga diafragma melengkung ke rongga dada. Akibatnya, rongga dada menyempit, paru-paru terdesak mengecil sehingga tekanan udara dalam paru-paru naik lebih tinggi dari tekanan udara atmosfir dan akibatnya udara mengalir keluar dari paru-paru. Proses menghembuskan udara pernafasan dari paru-paru-disebut ekspirasi.

Tahapan respirasi

Proses inspirasi dan ekspirasi disebut pernafasan luar. Mengapa demikian? Karena proses tersebut hanya merupakan pertukaran gas di alveolus paru-paru, sedangkan oksigen di gunakan untuk pembakaran di jaringan tubuh. Oleh karena itu, pernafasan pada manusia dapat dibedakan menjadi tiga tahapan yaitu :

  1. Respirasi luar merupakan pertukaran gas dari atmosfer ka paru-paru dan sebaliknya. Perpindahan gas dari suatu tempat ke tempat lain dapat terjadi jika ada perbedaan tekanan udara. Pada inspirasi diafragma kontraksi (menjadi dasar), demikian juga otot intercostalis sehingga mengangkat tulang rusuk akibatnya volume rongga dada semakin membesar dan tekanan udaranya turun. Penurunan tekanan rongga dada yakni lebih rendah 1 atm disbanding tekanan udara luar (atmosfer) tersebut akan mengakibatkan udara mengalir dari luar ke paru-paru.

Setelah berkontraksi maka otot diafragma dan anter iga akan relaksasi sehingga posisi tulang rusuk dan diafragma akan kembali seperti semula, akibatnya volume rongga dadamengecil dan tekanannya meningkat dengan demikian udara akan keluar dari paru-paru ke atmosfir. Perpindahan gas O2 dari alveolus ke kapiler alveoli melalui membrane respirasi yang terjadi secara disfusi. Oleh karena itu proses tersebut tergantung pada: tekanan parsiil gas, permiabilitas epitel (membrane respirasi), Luas permukaan respirasi, kecepatan sirkulasi darah di kapiler paru-paru.

  1. Transport gas oksigen (O2) dari kapiler paru-paru diangkut ke jaringan mengunakan hemoglobin (Hb) yang terdapat di sel darah merah. Perpindahan oksigen dari alveolus paru-paru ke kapiler paru-paru terjadi secara disfusi, Oleh karena itu tergantung pada tekanan oksigen parsial pada darah arterial yaitu 100 mmHg dan Tekanan CO2 yaitu 40 mmHg. Pada tekanan tersebut 96% Hb tersaturasi dengan oksigen menjadi HbO2. Pada Jaringan tekanan oksigen 35 mmhg dan tekanan CO2 50 mmHg, maka sebagai konsekuensinya oksigen akan berdifusi dari eritrosif ke sel/jaringan melalui cairan plasma dan kemudian cairan interstitial. Sementara CO2 juga berdifusi dari jaringan ke eritrosit. Darah vena memiliki tekanan CO2 46 mmHg, sedangkan tekanan oksigennya 40 mmHg. Pada olahraga (latihan) tekanan O2 di jaringan turun sedang tekanan CO2 meningkat, hal ini akan menaikkan kebutuhan oksigen.
  2. Respirasi seluler atau interna adalah pemanfaatan oksigen untuk oksidasi seluler di dalam mitokondria sehingga dihasilkan energy (ATP),panas,air, dan CO2.

 

Visit : www.smartdetoxsynergy.com

Sumber : Anatomi tubuh manusia

Oleh : dr.Setiadi Budiyono

Baca artikel menarik lainnya : Delima Mencegah Diabetes dan Kanker

 

Incoming search terms:

Tags: , , , ,

Category: Mekanisme Pernafasan

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *